Jawa Pos Radar Madiun - Masa libur sekolah menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Pacitan.
Selama tiga pekan terakhir, destinasi wisata di daerah berjuluk Kota 1.001 Goa itu dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Lonjakan wisatawan tersebut turut mendongkrak pendapatan sektor pariwisata hingga mencapai miliaran rupiah.
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan mencatat sekitar 130 ribu wisatawan berkunjung selama periode liburan sekolah dengan total pendapatan mencapai Rp 1,3 miliar.
"Selama libur sekolah kami memperkirakan ada sekitar 130 ribu wisatawan yang datang ke Pacitan dengan pendapatan sekitar Rp 1,3 miliar," kata Kepala Disparbudpora Pacitan Munirul Ichwan, Senin (20/7).
Dari berbagai destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, Pantai Klayar masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi sektor pariwisata Pacitan.
Objek wisata pantai yang terkenal dengan pasir putih dan fenomena Seruling Samudra itu memberikan kontribusi sebesar 32,13 persen terhadap total Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.
Sementara itu, Pantai Watukarung berada di posisi kedua dengan kontribusi 30,87 persen.
Di tengah persoalan pengelolaan yang masih berlangsung, Goa Gong tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.
Berdasarkan data Disparbudpora, objek wisata tersebut masih menyumbang 12,58 persen terhadap total pendapatan sektor pariwisata.
Munirul memastikan polemik pengelolaan Goa Gong tidak berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan.
"Meski masih ada konflik, kunjungan wisatawan ke Goa Gong tetap stabil,’’ ucapnya.
Berikut kontribusi sejumlah destinasi wisata terhadap PAD sektor pariwisata selama masa libur sekolah.
Pantai Klayar 32,13 persen, Pantai Watukarung 30,87 persen, dan Goa Gong 12,58 persen.
Destinasi lainnya turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan sektor pariwisata selama periode liburan.
Pemkab Pacitan berharap tren positif kunjungan wisata tidak berhenti setelah libur sekolah usai.
Selain meningkatkan pendapatan asli daerah, tingginya jumlah wisatawan juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang, pengelola penginapan, hingga masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah juga akan menggelar Festival Rontek sebagai agenda wisata budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung.
”Minggu ini juga ada festival rontek,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto