Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Pacitan masih jauh dari kata ideal.
Dari belasan ribu unit rumah tidak layak yang tersebar di 12 kecamatan, baru 14 unit yang tersentuh program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) Pemprov Jatim tahun ini.
Rendahnya realisasi itu memantik perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melawat ke Pacitan, Rabu–Kamis (21–22/10).
Khofifah meminta Pemkab Pacitan segera merinci tambahan data calon penerima bantuan.
"Rutilahu sementara baru 14. Saya minta disiapkan data 25 rutilahu. Kalau mau tambah lagi, silakan," tegas Khofifah.
Gubernur menyebut kuota tambahan masih sangat terbuka melalui P-APBD. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji langsung menyambut instruksi tersebut.
Pihaknya melalui Dinas Perkimtan bakal segera memverifikasi data calon penerima agar tepat sasaran.
"Nanti kami pilah mana yang memenuhi kriteria. Bantuan dari Pemprov ini sangat berarti untuk mempercepat penanganan belasan ribu RTLH di Pacitan," ungkap Mas Aji.
Besaran bantuan perbaikan RTLH sendiri berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per kepala keluarga bergantung pada skema pendanaan. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto