Jawa Pos Radar Madiun - Kebutuhan terhadap ketersediaan pasokan tenaga kesehatan (nakes) profesional di tanah air dilaporkan terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan RI, rasio tenaga kesehatan nasional saat ini baru berada di angka 3,84 per 1000 penduduk, masih berada di bawah standar ideal WHO sebesar 4,45.
Menyikapi tantangan besar tersebut, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri terus bergerak masif memperkuat kualitas mutu pendidikan tinggi di wilayah Jawa Timur.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi pembangunan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi modern, peningkatan mutu akademik, hingga penyediaan program beasiswa masif bagi generasi muda.
Sebagai institut kesehatan pertama yang sukses mengantongi predikat terakreditasi unggul di Indonesia, IIK Bhakta tercatat telah berpengalaman mencetak lebih dari 18.500 nakes profesional.
Jaringan alumninya kini telah tersebar luas mengabdi di berbagai pusat pelayanan kesehatan domestik hingga merambah ke mancanegara seperti Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi.
Baca Juga: Gandeng KPK, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko Rombak Budaya Kerja
Tawarkan Beasiswa SNBT hingga Potongan UKT 10 Persen
Guna memperluas keterjangkauan akses pendidikan bagi masyarakat luas, manajemen IIK Bhakta berkomitmen memangkas sekat finansial lewat peluncuran beragam skema bantuan dana pendidikan.
Salah satu program andalan yang diluncurkan adalah Beasiswa SNBT, yang dikhususkan bagi para peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes Tahun Akademik 2026/2027 yang belum beruntung lolos di kampus negeri.
Melalui program stimulus ini, para calon mahasiswa baru berkesempatan besar untuk memperoleh pengembalian dana atau cashback Iuran Pengembangan Institusi (IPI) hingga menyentuh angka 50 persen.
Selain subsidi IPI, pihak kampus juga menyediakan fasilitas Beasiswa Cipto Utomo yang memberikan potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 10 persen secara konstan hingga mahasiswa lulus.
Manajemen juga menyiapkan opsi bantuan lain seperti Beasiswa Merdeka, Beasiswa Anak Asuh, hingga beasiswa jalur prestasi sebagai bentuk komitmen agar tidak ada generasi muda yang terkendala biaya kuliah.
Baca Juga: Pacitan Masih Kekurangan 21.347 Peserta Aktif JKN untuk Penuhi Target UHC Prioritas
Investasi Infrastruktur Lewat Pembangunan Gedung Cipto Utomo
Dari sisi penunjang akademik, IIK Bhakta didukung oleh laboratorium canggih salah satunya penggunaan Anatomage Table yang mengadopsi teknologi visualisasi digital 3D anatomi tubuh manusia.
Kampus ini juga memiliki Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) internal yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran klinis nyata sekaligus pusat pelayanan medis terpadu bagi warga Kediri.
Sebagai wujud investasi jangka panjang terhadap peningkatan mutu lulusan, manajemen saat ini tengah menggeber proses konstruksi fisik Gedung Cipto Utomo yang berdesain modern.
Gedung baru ini nantinya akan diintegrasikan dengan ruang kuliah multimedia yang representatif, laboratorium mutakhir, serta ruang rapat kolaboratif guna menopang ekosistem riset terapan.
Kombinasi kurikulum adaptif dan kemitraan luas dengan industri farmasi ini terbukti sukses membuat 99 persen lulusan IIK Bhakta berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Bagi lulusan SMA sederajat yang tertarik berkarier di sektor medis, kesempatan bergabung masih terbuka lebar lewat pembukaan Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Reguler 3 hingga tanggal 24 Juli 2026. (*)
Editor : Mizan Ahsani