PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan Raya Ponorogo – Pacitan (Poci) semakin rawan. Jalur utama penghubung antarkabupaten itu lumpuh berjam-jam. Akibat tersumbat guguran longsor hebat yang melanda sejak pukul 15.30 Sabtu (26/3) hingga pukul 03.00 Minggu (27/3) dini hari.
Dari wilayah Ponorogo, longsor melanda titik 900 petak 56 kelas hutan lindung di Desa Wates, Kecamatan Slahung. Longsor susulan berpotensi kembali terjadi pascatebing di Km 226 di jalan provinsi itu runtuh. Petugas gabungan dari BPBD, PU, Perhutani, Polri, dan TNI gerak cepat membersihkan material longsor yang menyumbat badan jalan. ‘’Sejak tadi pagi dua jalur itu sudah bisa dilewati,’’ kata Saiful Anam, kepala Resor Polisi Hutan (KRPH) Karangpatihan BKPH Ponorogo Barat Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds.
Saiful menyebutkan, titik kejadian terbilang paling rawan longsor. Berdasarkan pemetaannya, selain disebabkan intensitas hujan tinggi, longsor turut disebabkan kontur tanah yang labil. Di lokasi itu, setiap tahun selalu terjadi tanah retak yang berpotensi menyebabkan longsor. ‘’Petak 56 ini tanahnya labil, tiap tahun ambles,’’ ujarnya.
Langkah mitigasinya, lanjut Saiful, titik rawan itu sudah lama dinonaktifkan dari lahan garapan. Di sekitarnya dipasangi plakat rawan longsor sebagai peringatan pengguna jalan agar lebih waspada. Pantauan di lokasi, sebagian jalan yang ambles tertutup material longsoran dari tebing. Diperkirakan kedalamannya sekitar 5-7 meter. ‘’Sebagian bahu jalan ambrol,’’ imbuh Arim Kamandaka, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo. (kid/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto