PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perayaan grebeg suro tak hanya menjadi magnet pengunjung saja. Pengemis dan gelandangan juga ‘’panen’’ dalam perayaan ini. Hal itu dikeluhkan para pengunjung saat menyaksikan FNRP di Alun-alun Ponorogo.
Satpol PP dan Damkar Ponorogo tak tinggal diam. Sejumlah personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan. Mereka ditugaskan khusus melakukan penyisiran setiap malam mengantisipasi adanya pengemis, gelandangan, maupun pengamen. Hasilnya, ada saja yang terjaring razia korps penegak perda tersebut.
‘’Hampir setiap hari kami amankan baik pengemis, pengamen, gelandangan, anak punk, maupun PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial,’’ kata Kasatpol PP dan Damkar Ponorogo Joko Waskito.
Tidak hanya terbatas di lokasi FNRP, razia turut digelar di berbagai titik potensial. Seperti di terminal, perempatan jalan protokol, hingga pasar tradisional. Dia mengklaim operasi tersebut untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
‘’Ponorogo sedang ada hajatan, kami tidak ingin perburuk citra. Karenanya kami sikapi betul (pengemis dan pengamen, Red),’’ tegasnya.
Sementara itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Ponorogo juga melakukan penindakan tegas. Selain pendataan, mereka yang terjaring dibina dan dipulangkan ke daerah masing-masing.
‘’Setelah ditangkap (Satpol PP dan Damkar, Red) dibawa ke kami. Akan kami data dan dipulangkan, ada juga diarahkan ke selter untuk dibina,’’ kata Kepala Dinsos PPPA Ponorogo Surpriadi. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya