PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Asap hitam pekat mendadak muncul dari sebuah truk boks yang tengah melaju mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo, kemarin (23/10).
Sopir truk boks AE 8826 BD, M. Andika, langsung menghentikan kendaraannya. Warga Madiun itu trun untuk mengecek kendaraan yang dikemudikannya itu.
Namun, belum sempat tahu sumber asap yang keluar dari truk boks yang dikemudikannya, tiba-tiba api langsung berkobar.
"Sebelum dibuka sudah terasa panasnya,’’ ujar Andika.
Baca Juga: Truk Boks Terbakar di Ponorogo, Kerugian Capai Puluhan Juta
Dirinya menceritakan nahas yang dialaminya itu. Andika mengatakan, ia merasakan keanehan baru disadarinya sesaat setelah melaju dari simpang empat Tambakbayan masuk ke Jalan Trunojoyo.
Baru melaju beberapa meter dari lampu merah, tercium bau terbakar di dalam ruang kemudi mobil bercat kuning itu. Saat melirik ke kaca spion, kepulan asap nampak dari ruang boks.
"Ternyata bagian dalam muatan sudah terbakar,’’ ungkapnya sembari menyebut kebakaran terjadi pukul 09.00 WIB.
Andika menuturkan isi dari kontainer boks yang diangkutnya berisi aneka jajanan kemasan, makanan dan minuman ringan. Rencananya, muatan yang dibawa dari Madiun itu akan dikirim ke Kecamatan Sampung Ponorogo.
Saat mampir di Pasar Legi, Ponorogo, Andika tidak mendapati kendala ataupun tanda-tanda kebakaran. Pun akibat kejadian tersebut, lebih dari 50 persen muatan rusak dilahap si jago merah.
"Kerugian belum tahu, mungkin cukup banyak karena baru berangkat dari Madiun,’’ jelasnya.
Kasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Ponorogo Setiyantono menjelaskan, kebakaran diduga dipicu korsleting aki kendaraan.
Hal itu dikuatkan dari rusaknya aki akibat kejadian tersebut. Hingga merembet ke dalam kontainer dan membakar muatan yang didominasi bungkus plastik.
"Api cepat membesar karena banyak barang mudah terbakar seperti makanan ringan,’’ jelas Setyantono.
Dua unit mobil pemadam dikerahkan dalam insiden itu. Pun, usai mendapat laporan, api mampu dijinakkan kurang dari 30 menit. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya