PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Bagi banyak orang, pernikahan adalah salah satu momen yang wajib diingat, tidak sekedar diabadikan.
Selain karena dianggap sakral, kenangan gelaran ijab kabul dalam pernikahan bisa menjadi pengingat pasangan suami-istri untuk tetap menjaga keharmonisan.
Itu mungkin yang jadi alasan Irwan Sokip saat mempersunting Ikrima Zakiyah. Ia punya cara unik agar kenangan pernikahannya itu tak lekang oleh waktu.
Tidak heran jika gelaran pernikahan pasangan pengantin baru asal Desa Grogol, Sawoo, Ponorogo, Kamis (29/2) kemarin, menarik perhatian publik.
Bagaimana tidak, pernikahan yang digelar bertepatan dengan tahun kabisat. Artinya, perayaan tanggal pernikahan hanya bisa dilakukan empat tahun sekali.
Pun, keunikan lainnya adalah mahar dari pengatin pria. Irwan Sokip menjadikan beras seberat 50 kilogram sebagai salah satu mahas atau mas kawin.
Baca Juga: Oknum Pedagang Pasar Legi Oplos SPHP dengan Beras Giling, Disperdakum: Penjual Ingin Dapat Untung
Usai menjalani serangkaian acara, Irwan Sokip, mempelai pria, membeber alasannya memberikan beras seberat 50 kilogram sebagai mas kawin.
Diakuinya beras tersebut adalah hasil panen sendiri. Ia ingin menunjukkan kesungguhannya menafkahi Ikrima Zakiyah, istrinya.
Ketulusan niat itu sebagai bukti kuat tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga kelak. Momen itu terasa spesial lantaran harga beras saat ini dinilai mahal.
"Alhamdulilah, istri juga senang. Selain beras, ada mahar emas 1,5 gram, uang Rp 2,4 juta serta seperangkat alat salat,’’ ungkap Irwan.
Kepala KUA Sawoo Meky Hasan Tachtarudin menambahkan, pernikahan denan mahar beras tersebut adalah permohonan kali pertama yang dilayaninya.
Merujuk syariat Islam, hal tersebut sah. Apalagi beras juga bermanfaat dan menjadi makanan pokok masyarakat.
"Kalau dalam Islam sangat diperbolehkan. Sejarahnya cincin itu dari besi bukan perak atau emas, dan itu diperbolehkan apalagi beras yang kaya manfaat,’’ ungkapnya.
Meky menambahkan mahar mas kawin beras tersebut sekaligus menjadi bukti pentingnya beras bagi masyarakat.
Pun, berharap mahalnya beras yang terjadi saat ini lekas rampung dan segera terjangkau kembali.
"Beras sedang melejit harganya sampai Rp 16 ribu, dan lumayan sulit didapat. Mungkin karena belum panen juga, terus mendekati ramadan, beras naik dan harga bahan pokok naik,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya