PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Muncul kesan miring terkait gelaran Grebeg Suro 2024 di Alun-alun Ponorogo.
Setelah peristiwa getok harga oknum PKL makanan di sisi timur alun-alun, kini giliran pelaksanaan Festival Reog Ponorogo.
Event tahunan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reog Remaja (FRR) yang jadi agenda wajib di Grebeg Suro jadi sorotan sejumlah warga.
Khususnya penonton tak bertiket alias gratisan yang biasa berdiri berderet di sepanjang pagar pembatas sisi luar area panggung utama di Alun-alun Ponorogo.
Selama ini, pemandangan itu umum terlihat saat gelaran festival reog. Namun, tahun ini penonton luar pagar itu tak lagi bisa leluasa menyaksikan atraksi grub reog yang tampil.
Pasalnya, banner sponsoship terpasang mengelilingi venue. Kondisi itu menutup pandangan penonton yang tak memiliki tiket masuk area FNRP dan FRR.
Namun, masih ada warga yang nekat merobek baliho tersebut agar dapat menyaksikan festival reog dari luar pagar.
Aksi itu memantik reaksi petugas atau panitia acara agar perusakan baliho itu tidak berlanjut.
Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo menyebut jika baliho tersebut terpasang dua hari terakhir.
Mereka mengklaim jika pemasangan baliho tersebut bukan bertujuan untuk menghalangi penonton menyaksikan FNRP dan FRR dari luar pagar.
Disbuparpora mengungkap jika baliho bergambar produk tertentu itu wajib ditampilkan selama Grebeg Suro 2024 sebagai bentuk kerja sama sponsorship.
Itu disampaikan langsung oleh Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.
"Mungkin saat mencetak tidak diukur, jadi ketinggian dan harus ditambah bambu agar banner terpasang. Kesannya malah acaranya tertutup, padahal tidak,’’ jelasnya.
Judha memastikan bahwa warga dari luar pagar tetap diizinkan menyaksikan festival Reog Ponorogo yang digelar di Panggung Utama Alun-alun.
Pihaknya mengaku bakal melakukan koordinasi lebih lanjut dengan penyelenggara agar ketinggian pemasangan banner diatur ulang atau posisi sedikit lebih diturunkan.
Pun tak lebih tinggi dari tinggi pagar sehingga warga tetap dapat menyaksikan festival meskipun dari luar pagar.
Pihaknya juga meminta warga yang menonton dari luar pagar pembatas agar tidak merusak banner produk sponsor tersebut.
"Nanti kami sampaikan masalah ini. Jadi banner tetap terpasang, warga masih bisa melihat dari luar dan tidak mengganggu jalannya acara,’’ jelasnya.
Pada sisi lain, Judha mengklaim bahwa perayaan Grebeg Suro tahun ini lebih semarak ketimbang tahun sebelumnya.
Baik itu dari segi jumlah peserta maupun tata panggung utama tempat grub reog menampilkan aksi terbaiknya.
"Grebeg Suro ini jadi agenda tahunan dan selalu dinantikan warga dari berbagai daerah tiap tahun,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya