PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemangkasan atau efisiensi anggaran terutama duit transfer dari pemerintah pusat berimbas pada keuangan daerah.
Efisiensi anggaran yang diberlakukan pada awal tahun 2025 ini diklaim berdampak pada sektor pelayanan dasar. Tak terkecuali di Ponorogo.
Pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, serta perbaikan jalan disebut-sebut turut dipangkas. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menilai itu menjadi pelecut agar daerah agar mampu berdikari.
Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, menyebut salah satu upaya penanggulangannya tak lain adalah kemandirian keuangan daerah.
Artinya daerah tidak harus terlalu bergantung pada dana transfer pusat. Salah satu upayanya adalah pasang target tinggi pendapatan asli daerah (PAD).
Demi mewujudkan hal itu, Sugiri pasang target tinggi selama lima tahun kedepan. Bupati Ponorogo itu mematok PAD Rp triliun pada tahun 2030.
"Apapun yang terjadi, fiskal kita tidak boleh kendur. Maka dari itu, PAD harus didorong naik,’’ tegas Kang Giri.
Kang Giri optimis target tersebut bukan angan semata. Pada 2024 lalu, Pemkab membukukan PAD mencapai Rp 461 miliar.
Nominal itu naik sekitar Rp 120 miliar dibanding pendapatan tahun sebelumnya yang di angka Rp 361 miliar.
Sementara untuk mencapai target Rp 1 triliun, Pemkab butuh konsistensi peningkatan PAD per tahun minimal Rp 107,8 miliar selama lima tahun ke depan.
"Sekarang sudah Rp 461 miliar (PAD, Red). Saya merasa realistis target PAD tembus satu triliun lima tahun ke depan,’’ ungkapnya.
Kang Giri berencana akan merapatkan barisan, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) akan diajak berembug dalam waktu dekat.
Mereka diajak menyusun kebijakan strategis guna menjaga pendapatan dan pengeluaran daerah dalam rapat khusus.
Tidak terkecuali menutup celah kebocoran sebagai upaya optimalisasi pendapatan.
‘’Efisiensi APBN tidak boleh menjadi hambatan, malah harus mendorong perangkat daerah berpikir kreatif dan berinovasi dalam meningkatkan PAD,’’ tandasnya. (gen/kid)
PAD PONOROGO TIGA TAHUN TERAKHIR
Tahun 2022 : Rp 321 miliar
Tahun 2023 : Rp 341 miliar
Tahun 2024 : Rp 461 miliar
Editor : Budhi Prasetya