Jawa Pos Radar Ponorogo – Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI dan Festival Reog Remaja (FRR) XXII resmi melahirkan para juara.
Dalam malam penutupan Grebeg Suro 2026, Senin malam (15/6), Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sukses merebut gelar tertinggi sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Presiden.
Sementara itu, gelar juara Festival Reog Remaja (FRR) XXII diraih Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi.
Pengumuman pemenang disambut meriah ribuan penonton yang memadati kawasan panggung utama Alun-Alun Ponorogo.
Sorak dan tepuk tangan bergema saat nama para juara diumumkan panitia.
Penilaian dalam FNRP dan FRR tahun ini berlangsung ketat.
Dewan juri menilai tiga aspek utama, yakni kepenarian, garap dan kreativitas pertunjukan, serta harmonisasi musik pengiring.
Pada aspek kepenarian, peserta dituntut mampu menghadirkan keselarasan antara wiraga, wirama, dan wirasa.
Seluruh karakter dalam pertunjukan, mulai Warok, Jathil, Bujang Ganong, Klono Sewandono hingga Singo Barong dan Dadak Merak, harus tampil utuh dan menyatu dalam alur pementasan.
Aspek berikutnya adalah garap dan kreativitas yang menitikberatkan pada kekuatan konsep, inovasi pertunjukan, variasi gerak, alur dramatik, hingga kekompakan seluruh elemen di atas panggung.
Sedangkan harmonisasi musik menjadi unsur penting dalam membangun suasana dan memperkuat karakter pertunjukan reog secara keseluruhan.
“Proses penjurian dilakukan profesional oleh dewan pengawas dan dewan juri yang terdiri dari budayawan, penggiat budaya, hingga ahli seni pertunjukan Reog Ponorogo,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Ajang FNRP XXXI tahun ini diikuti 32 peserta dari berbagai daerah.
Sementara Festival Reog Remaja (FRR) XXII diikuti 24 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan generasi muda pecinta reog.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, menilai Reog Ponorogo telah berkembang menjadi salah satu event budaya terbesar di Indonesia dengan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut dia, Grebeg Suro dan FNRP secara konsisten masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) selama lima tahun berturut-turut.
Dampak ekonomi yang dihasilkan bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur.
“Multiplier effect Reog Ponorogo ini nomor dua di Jawa Timur setelah Jember Fashion Carnival,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto