Jawa Pos Radar Ponorogo – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo-Magetan memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027 berjalan transparan dan bebas intervensi pihak mana pun.
Melalui sistem pendaftaran daring terpusat, seluruh proses seleksi dilakukan secara otomatis sehingga tidak memberikan ruang bagi praktik titipan maupun permainan orang dalam (ordal).
Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo-Magetan Maskun menegaskan seluruh tahapan SPMB dilakukan melalui sistem online yang berlaku seragam untuk seluruh sekolah negeri di Jawa Timur.
Mulai dari pengambilan personal identification number (PIN), pengisian data, pemilihan sekolah, hingga pengumuman hasil seleksi dilakukan dalam satu sistem yang dapat dipantau secara terbuka oleh siswa, orang tua, maupun sekolah.
’’Seluruh tahapan dilakukan online, mulai pengambilan PIN sampai pengumuman juga online, sekolah tidak bisa intervensi,’’ ujarnya, Rabu (17/6).
Menurut Maskun, sekolah hanya berfungsi memberikan pelayanan dan pendampingan kepada calon peserta didik.
Sedangkan proses seleksi sepenuhnya dikendalikan sistem yang telah disiapkan pemerintah provinsi.
SPMB tahun ini dibagi dalam lima jalur penerimaan.
Tahap pertama melalui jalur domisili telah berlangsung pada 11-12 Juni lalu, dilanjutkan pengumuman dan daftar ulang pada 13-15 Juni.
Berbeda dengan sistem lama yang hanya mengandalkan jarak rumah ke sekolah, jalur domisili saat ini menggunakan kombinasi sejumlah indikator, yakni jarak tempat tinggal, nilai rapor, dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
’’Ada persentasenya masing-masing, jarak berapa persen, rapor dan TKA berapa persen. Jadi tidak hanya dekat, tapi juga nilainya dipertimbangkan,’’ jelasnya.
Sementara itu, tiga jalur lain mulai dibuka serentak hari ini hingga besok (17-18/6).
Meliputi jalur afirmasi dengan kuota 30 persen, jalur mutasi orang tua sebesar 5 persen, serta jalur prestasi dengan alokasi 30 persen dari total daya tampung sekolah.
Adapun jalur prestasi akademik akan dibuka pada 30 Juni hingga 1 Juli mendatang dengan kuota 5 persen.
Maskun mengimbau siswa dan orang tua aktif memantau informasi resmi selama proses SPMB berlangsung.
Apabila menemukan kendala maupun kejanggalan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak terkait.
Selain itu, sekolah juga didorong memberikan pelayanan maksimal selama masa penerimaan siswa baru, termasuk tetap membuka layanan informasi pada hari libur jika diperlukan.
’’Kami minta pelayanan sekolah cepat, tepat dan akurat,’’ tegasnya.
Dia berharap seluruh proses SPMB dapat berjalan lancar sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan sesuai kemampuan dan pilihannya.
’’Jalur manapun boleh, yang penting anak mendapatkan pendidikan yang layak sehingga membentuk kesempatan untuk masa depan lebih baik,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto