Jawa Pos Radar Ponorogo – Hampir lima bulan setelah ambrol diterjang banjir, Jembatan Nambak di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, belum juga tersentuh perbaikan.
Akses penghubung menuju Desa Koripan itu hingga kini hanya mengandalkan sesek bambu yang dipasang warga sebagai jalur darurat.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Miseri Effendy.
Kemarin (3/7), dia meninjau langsung lokasi sekaligus mengecek perkembangan usulan bantuan perbaikan yang sebelumnya diajukan Pemkab Ponorogo kepada BNPB.
"Hasil koordinasi kami dengan dinas terkait, semua persyaratan sebenarnya sudah lengkap. Sudah diajukan, tapi sampai Juni belum ada kejelasan, sehingga kami turun cek lagi kondisi jembatan," ujarnya di sela inspeksi.
Sesek bambu sepanjang sekitar tiga meter dipasang warga di sisi utara jembatan untuk menyambung bagian yang ambrol.
Jalur darurat itu menjadi satu-satunya akses harian masyarakat meski kondisinya jauh dari kata aman.
Miseri menyebut ada dua opsi yang akan diupayakan untuk mempercepat penanganan.
Pertama, mengusulkan skema pendanaan bersama antara Pemkab Ponorogo dan Pemprov Jawa Timur guna membangun jembatan permanen dengan estimasi anggaran Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar.
Opsi kedua, mengajukan bantuan anggaran darurat melalui BPBD Jawa Timur untuk memperbaiki bagian jembatan yang rusak agar dapat digunakan sementara.
Kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp 600 juta.
"Kalau darurat kebutuhannya sekitar Rp 600 juta, tapi ini tidak akan bisa bertahan untuk jangka lama," katanya.
Politikus Partai Demokrat itu juga berencana berkoordinasi dengan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita untuk membahas peluang pembiayaan bersama pembangunan jembatan permanen yang ditargetkan terealisasi pada 2028.
Menurut Miseri, jembatan tersebut sejatinya sudah berstatus darurat sejak mengalami kerusakan akibat bencana pada 2018.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga kembali normal.
"Jembatan ini sebenarnya juga darurat karena rusak diterjang bencana 2018 silam. Sehingga warga berharap ada pembangunan jembatan permanen," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto