Jawa Pos Radar Ponorogo – Krisis peserta didik baru masih membayangi sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Ponorogo.
Hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berakhir, empat SD negeri belum memperoleh satu pun siswa baru.
Ketua SPMB 2026 Ponorogo Farida Nuraini mengatakan, empat sekolah tersebut masing-masing SDN Setono di Kecamatan Jenangan, SDN Nailan di Kecamatan Slahung, SDN 3 Pomahan di Kecamatan Pulung, dan SDN 4 Tempuran di Kecamatan Sawoo.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan saat penutupan SPMB pada 20 Juni 2026 yang sempat mencatat tujuh sekolah tanpa peserta didik baru.
"Akhir penutupan SPMB kemarin ada tujuh, sekarang berkurang tinggal empat SDN yang tidak ada siswa," ujarnya, Kamis (16/7).
Farida mengakui persoalan sekolah tanpa siswa baru hampir terjadi setiap tahun di Ponorogo.
Hasil pemetaan sementara Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menunjukkan, faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penurunan jumlah anak usia sekolah di sejumlah wilayah.
"Hasil sementara menunjukkan faktor demografis menjadi penyebab utama. Jumlah anak usia sekolah di wilayah sekitar memang terus berkurang," jelas Sekretaris Dindik Ponorogo itu.
Meski demikian, Dindik belum menyimpulkan bahwa kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keberhasilan program keluarga berencana (KB).
Saat ini, pendataan bersama pemerintah desa masih dilakukan untuk memetakan potensi calon peserta didik di sekitar sekolah.
Hasil sementara menunjukkan tidak terdapat lulusan taman kanak-kanak (TK) di lingkungan sekitar empat sekolah tersebut yang dapat menjadi sumber peserta didik baru.
Dindik meminta sekolah-sekolah yang belum memperoleh siswa tetap membuka pendaftaran sambil menunggu kemungkinan adanya tambahan peserta didik.
Selain itu, seluruh SD negeri didorong terus melakukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik di tengah persaingan memperoleh siswa baru.
Menurut Farida, dari sisi sarana dan prasarana, seluruh SD negeri di Ponorogo telah memiliki kualitas yang relatif setara.
"Sekolah dalam kondisi bagus, sarana juga tercukupi," tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto