Jawa Pos Radar Madiun – Cristiano Giuntoli hanya sempat menjalani satu musim sebagai direktur transfer Juventus, karena besar kemungkinan akan diganti Damien Comolli.
Namun dalam waktu singkat itu, dia membeli 13 rekrutan utama. Sayangnya, tidak semua pemain yang didatangkan mampu memenuhi ekspektasi.
Beberapa nama justru dinilai sebagai pembelian gagal dan menjadi beban klub, sementara yang lain tampil cemerlang dan layak disebut sebagai fondasi masa depan Si Nyonya Tua.
Cidera ACL parah langsung memaksa pemain asal Kolombia ini menepi sepanjang musim.
Belum sempat tampil, Cabal harus menunggu musim depan untuk membuktikan dirinya. Statusnya masih TBA (To Be Assessed).
12. Douglas Luiz – Gagal Total
Didatangkan dengan reputasi sebagai gelandang elit Premier League, Luiz justru tampil melempem.
Penurunan performa dan cedera membuatnya tak berkontribusi maksimal. Dengan harga mahal, ini jadi investasi yang sangat mengecewakan.
11. Teun Koopmeiners – Tak Sesuai Harapan
Setelah dikejar selama berbulan-bulan, Koopmeiners malah tampil biasa-biasa saja.
Meski sering jadi starter, performanya jauh dari versi brilian di Atalanta. Transfer mahal ini gagal memberi dampak instan.
12. Lloyd Kelly – Transfer Panik, Performa Buruk
Juventus ditekan Newcastle hingga harus mengaktifkan klausul €20 juta.
Hasilnya? Kelly malah sering blunder dan jadi sorotan negatif, terutama saat laga kontra PSV dan Parma. Definisi pembelian panik.
9. Alberto Costa – Masih Jauh dari Level Utama
Pemain muda asal Portugal ini hanya tampil beberapa kali menjelang akhir musim.
Meski punya potensi, dia belum cukup meyakinkan untuk level tim utama Juventus.
8. Nicolas Gonzalez – Mahal tapi Kurang Menonjol
Meskipun tidak buruk, pemain sayap asal Argentina ini tak cukup menonjol.
Dengan banderol €35 juta, Juventus seharusnya bisa mendapatkan pemain yang lebih cocok dengan sistem permainan.
7. Randal Kolo Muani – Efektif saat Krisis
Dipinjam saat Dusan Vlahovic tumpul, Muani mencetak gol-gol penting yang membantu Juventus lolos ke Liga Champions.
Tapi ketentuan peminjamannya terlalu mahal dan performanya tak konsisten.
6. Renato Veiga – Tampil saat Dibutuhkan
Bek tengah pinjaman dari Chelsea ini tampil lumayan saat krisis cedera menghantam lini belakang.
Meski bukan pemain utama, perannya cukup krusial dalam menjaga stabilitas pertahanan.
5. Francisco Conceição – Bersinar di Awal, Lalu Meredup
Sayap cepat ini sempat jadi harapan fans di awal musim, tapi performanya menurun karena tak cocok dengan strategi manajer.
Banyak fans berharap ia dikontrak permanen karena potensi masih besar.
4. Vasilije Adzic – Bintang Masa Depan
Gagal tampil banyak di tim utama bukan berarti sia-sia. Pemain Montenegro ini tampil luar biasa untuk Juventus Next Gen dan digadang-gadang sebagai prospek cerah di musim-musim mendatang.
3. Pierre Kalulu – Solid dan Konsisten
Bek Prancis ini tampil stabil sepanjang musim dan berhasil meyakinkan manajemen untuk mempermanenkannya dari Milan.
Konsistensinya hanya ternoda kartu merah di akhir musim.
2. Michele Di Gregorio – Pilar di Bawah Mistar
Kiper asal Italia ini tampil luar biasa sepanjang musim. Penyelamatan-penyelamatannya krusial.
Di Gregorio pantas disebut sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Serie A musim ini.
1. Khephren Thuram – Transfer Terbaik Juventus 2024/25
Satu-satunya transfer yang terus meningkat setiap pekan. Gelandang asal Prancis ini tampil cepat, dinamis, dan penuh semangat.
Dia menunjukkan semua kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi gelandang modern top Eropa. Transfer luar biasa!
Dari 13 nama, hanya sebagian kecil yang bisa disebut sukses besar. Sebagian lagi terjebak dalam cedera, salah posisi, atau strategi yang tak tepat.
Langkah Juventus menunjuk Damien Comolli bisa jadi kunci untuk memperbaiki arah transfer di musim depan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan