JAKARTA - Penampilan impresif Veda Ega Pratama pada seri pembuka Moto3 di MotoGP Thailand 2026 tidak hanya menarik perhatian karena statusnya sebagai rookie.
Pembalap Honda Team Asia itu sukses finis di posisi kelima sekaligus menjadi rookie tercepat dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram.
Menariknya, Veda juga menjadi pembalap pengguna Honda NSF250RW dengan posisi finis tertinggi pada balapan tersebut.
Mesin 250cc dengan Performa Tinggi
Honda NSF250RW merupakan motor prototipe yang dirancang khusus untuk kelas Moto3, kategori paling dasar dalam kejuaraan dunia MotoGP.
Meski hanya menggunakan mesin 4-tak 250 cc satu silinder, performanya kuda besi tunggangan Veda jauh dari kata biasa.
Spesifikasi mesin utamanya antara lain:
• Mesin: 4-Tak 250 cc, single cylinder, liquid cooled
• Transmisi: manual 6-percepatan
• Putaran mesin: hingga 13.500 rpm
• Tenaga maksimum: sekitar 60 PS
• Top speed: hingga 250 km/jam
Dengan kombinasi rasio gir presisi dan aerodinamika optimal, motor ini mampu mencapai kecepatan tinggi meski kapasitas mesinnya relatif kecil.
Pengembangan dari Motor Pembinaan
Senior Manager Motorsport Department PT Astra Honda Motor, Anggono Iriawan, menjelaskan bahwa NSF250RW merupakan pengembangan dari motor pembinaan balap Honda.
“Motor ini dikembangkan dari motor Honda NSF250R yang sekarang dipakai di kelas Talent Cup (sekarang Moto4),” ujarnya.
Artinya, platform motor ini telah melalui proses pengembangan sejak level pembinaan hingga siap bersaing di kejuaraan dunia.
Kaki-Kaki Balap dengan Komponen Premium
Performa NSF250RW tidak hanya bergantung pada mesin.
Motor ini juga menggunakan komponen balap premium yang biasa dipakai di level grand prix, antara lain:
• Suspensi depan upside down dari Öhlins
• Suspensi belakang monosok Öhlins
• Pelek OZ Racing
• Sistem pengereman Brembo
Komponen tersebut memungkinkan pengaturan yang sangat detail, seperti kompresi dan rebound suspensi, sehingga dapat disesuaikan dengan karakter sirkuit dan gaya balap pembalap.
Hal ini membantu menjaga stabilitas saat pengereman keras maupun akselerasi keluar tikungan.
Knalpot Racing dan Handling Lincah
Pada sektor pembuangan, motor ini menggunakan knalpot undertail dari MIVV.
Desain tersebut membantu meningkatkan performa mesin pada putaran atas sekaligus menjaga distribusi massa agar motor lebih lincah saat bermanuver.
Salah satu kunci performa motor Moto3 adalah bobot yang sangat ringan.
Honda NSF250RW memiliki bobot sekitar 82 kilogram.
Namun regulasi Moto3 mengharuskan kombinasi bobot motor dan pembalap minimal 152 kilogram.
Karena itu, distribusi berat menjadi faktor penting dalam pengaturan setup motor.
Elektronik Balap dan Regulasi Ketat
Dari sisi elektronik, perangkat Moto3 memang tidak serumit MotoGP.
Namun motor ini tetap dilengkapi beberapa sistem penting seperti:
• Traction Control
• Engine Braking Maps
• Anti-Jerk Control
Selain itu, regulasi Moto3 juga melarang penggunaan winglet atau perangkat aerodinamika tambahan.
Honda menggunakan sasis Aluminium Twin Spar yang telah dihomologasi dan tidak boleh diubah secara signifikan sepanjang musim.
Senjata Veda Ega Tampil Kompetitif
Dengan kombinasi mesin agresif, bobot ringan, serta komponen balap premium, Honda NSF250RW terbukti mampu mengantar Veda Ega tampil kompetitif sejak debutnya.
Perpaduan performa motor dan adaptasi cepat pembalap muda Indonesia itu menjadi sinyal bahwa talenta Tanah Air mulai diperhitungkan di level grand prix.
Editor : Ockta Prana Lagawira