Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PMII Geruduk Dinsos Pacitan, Tuding Penyaluran Bansos Tak Transparan

N
Penulis: Nur Cahyono❯
Mahasiswa PMII Pacitan menyampaikan aspirasi terkait transparansi bansos saat berunjuk rasa di kantor Dinsos Pacitan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Mahasiswa PMII Pacitan menyampaikan aspirasi terkait transparansi bansos saat berunjuk rasa di kantor Dinsos Pacitan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Penilaian miring terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali mencuat.


Advertisement

Belum sebulan menjabat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Heri Setijono langsung mendapat tekanan dari mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan.

Mereka menggeruduk kantor dinsos, Senin (17/11), menuntut transparansi dalam penyaluran bansos.

Ketua PMII Pacitan Al Ahmadi menyebut banyak temuan di lapangan. Mulai dugaan bantuan diterima warga yang tidak layak hingga indikasi penyelewengan oleh oknum petugas.

Advertisement

Dalam audiensi, enam tuntutan disampaikan. Pertama, penerbitan peraturan bupati terkait liberalisasi data berupa penempelan stiker keluarga miskin sebagai bentuk transparansi.

Kedua, koreksi serta pembaruan data bansos secara berkala.

“Ketiga, memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang menyelewengkan bansos,” ujarnya.

Advertisement

Tuntutan lain yakni memperketat pengawasan penyaluran bantuan, menggencarkan sosialisasi agar warga mampu bersedia mundur sebagai penerima.

Serta memenuhi kuota Sekolah Rakyat sebanyak 200 siswa untuk warga miskin. “Bansos harus benar-benar tepat sasaran,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Heri menegaskan dinsos terbuka terhadap masukan.

Pihaknya berkomitmen memperkuat integritas dan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran bansos.

“Kami terus mengawal penyaluran bansos agar tidak menimbulkan masalah di masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, dinsos berencana menggelar pertemuan besar awal tahun mendatang bersama kepala desa, operator desa, camat, dan perangkat terkait.

Pertemuan itu untuk mengoptimalkan perubahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju Data Tunggal (DTSen).

“Ini penting untuk sinkronisasi data agar penyaluran bansos lebih tepat,” ujar Heri. (hyo/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Polres Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, dan angin kencang melalui pemetaan risiko serta pemeriksaan peralatan.

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon sengon tumbang di Kebonagung, Pacitan, Senin (2/11), merobohkan dua tiang PLN dan menutup jalan. PLN langsung melakukan perbaikan.

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap empat tersangka kasus peredaran pil sapi. Polisi menyita 81 butir Yarindo dalam operasi sehari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer