Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus HIV Pacitan 2025 Turun, tapi Kelompok Berisiko Masih Mendominasi

N
Penulis: Nur Cahyono❯
Upaya Dinkes Pacitan melakukan deteksi dini HIV/AIDS melalui pemeriksaan rutin di kelompok berisiko. DOK RADAR PACITAN
Upaya Dinkes Pacitan melakukan deteksi dini HIV/AIDS melalui pemeriksaan rutin di kelompok berisiko. DOK RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Memperingati Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember, upaya pencegahan HIV/AIDS kembali menjadi sorotan.


Advertisement

Meski edukasi terus berjalan, stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan terbesar bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk mengakses layanan kesehatan secara optimal.

Di Pacitan, temuan kasus HIV tahun 2025 tercatat 24 kasus.

Angka itu turun dibanding 2024 yang mencapai 30 kasus. Namun, kelompok berisiko masih mendominasi penularan baru.

Advertisement

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, menyatakan bahwa temuan terbanyak tetap berasal dari populasi kunci.

“Kasus HIV paling banyak ditemukan pada kelompok berisiko seperti laki suka laki (LSL), pekerja seks, warga binaan lapas, pasien IMS, hepatitis, pasangan ODHA, hingga pasien TB,” ujarnya, Senin (1/12).

Dinkes Pacitan mengklaim melakukan langkah strategis untuk menekan penularan HIV.

Advertisement

Skrining dilakukan menyasar berbagai kelompok.

Antara lain, ibu hamil, calon pengantin, pasien TB, pasien IMS dan hepatitis, pasien dengan gejala infeksi oportunistik, pasangan ODHA, warga binaan lapas, LSL dan penjaja seks.

Pemeriksaan rutin juga dilakukan di tempat hiburan setiap enam bulan sekali sebagai deteksi dini.

Dukungan bagi pasien juga terus diperkuat melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), membantu pasien yang putus obat dan memotivasi pasien baru.

Pemeriksaan viral load bagi pasien yang rutin minum ARV dilakukan pada bulan ke-6, ke-12, dan setiap tahun.

Termasuk pemantauan pada ibu hamil dengan HIV untuk memastikan efektivitas terapi.

“Kami juga gencarkan sosialisasi mengenai risiko dan cara penularan HIV agar kesadaran masyarakat meningkat,” kata Farida.

Meski terjadi penurunan kasus pada 2025, Farida menegaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak ragu melakukan tes HIV di fasilitas kesehatan,” pesannya.

Layanan tes HIV tersedia di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Pacitan, dan dapat diakses gratis sesuai prosedur.(hyo/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Polres Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, dan angin kencang melalui pemetaan risiko serta pemeriksaan peralatan.

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon sengon tumbang di Kebonagung, Pacitan, Senin (2/11), merobohkan dua tiang PLN dan menutup jalan. PLN langsung melakukan perbaikan.

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap empat tersangka kasus peredaran pil sapi. Polisi menyita 81 butir Yarindo dalam operasi sehari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer