Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Bansos Pacitan Telan Rp 122,4 Miliar, Masih Ada Penerima Dobel

N
Penulis: Nur Cahyono❯
Warga dapat mengecek secara langsung daftar penerima bantuan sosial melalui aplikasi yang disediakan Kementerian Sosial untuk memastikan status kepesertaan bansos. DOK RADAR PACITAN
Warga dapat mengecek secara langsung daftar penerima bantuan sosial melalui aplikasi yang disediakan Kementerian Sosial untuk memastikan status kepesertaan bansos. DOK RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Anggaran pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pacitan tergolong besar.


Advertisement

Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan dana hingga Rp 122,4 miliar untuk berbagai program bantuan sosial (bansos).

Namun, besarnya anggaran tersebut belum sepenuhnya menuntaskan persoalan kemiskinan.

Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan mencatat jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) mencapai 106.254 keluarga.

Advertisement

Mereka menerima beragam jenis bantuan, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

’’Jumlahnya ada 106.254 KPM,’’ ujar Kepala Dinsos Pacitan Heri Setijono, kemarin (17/12).

Berbagai program bantuan tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT DBHCHT, bantuan sembako warga miskin dan bencana.

Advertisement

Lalu, Asistensi Penyandang Disabilitas Plus (APSDP), bantuan Yatim Piatu (YAPI), hingga bantuan pemakaman lansia.

Meski demikian, Dinsos Pacitan mengakui masih ditemukan tumpang tindih penerimaan bantuan.

Sejumlah KPM tercatat menerima bantuan dobel dari dua program yang berbeda.

Menurut Heri, kondisi tersebut terjadi karena adanya perbedaan ketentuan desil penerima pada masing-masing program.

PKH menyasar kelompok desil 1 hingga 4, sedangkan BPNT mencakup desil 1 sampai 5.

’’Ngapunten, kalau akhirnya ada yang menerima dobel, itu bukan kesalahan,’’ katanya.

Heri menegaskan, tidak ada aturan yang melarang satu KPM menerima lebih dari satu jenis bantuan.

Terlebih, untuk program bantuan dari pemerintah pusat, seperti PKH dan BPNT, seluruh kewenangan berada di tangan pemerintah pusat.

’’Untuk bantuan pusat, dana langsung masuk rekening penerima. Desa hanya melakukan verifikasi administrasi,’’ terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Pacitan tercatat sebesar 12,97 persen atau sekitar 72 ribu jiwa.

Seluruh data penerima bansos mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

’’Perubahan data dilakukan melalui verifikasi di desa,’’ tandas Heri. (hyo/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap empat tersangka kasus peredaran pil sapi. Polisi menyita 81 butir Yarindo dalam operasi sehari.

Takut Ketahuan Sakit, Warga Pacitan Enggan Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Takut Ketahuan Sakit, Warga Pacitan Enggan Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Realisasi Cek Kesehatan Gratis di Pacitan baru capai 40 persen. Dinkes sebut sebagian warga enggan diperiksa karena takut mengetahui penyakitnya.

Belasan Ribu RTLH Baru Diperbaiki 14 Unit, Khofifah Minta Pacitan Tambah Usulan

Belasan Ribu RTLH Baru Diperbaiki 14 Unit, Khofifah Minta Pacitan Tambah Usulan

Gubernur Jatim Khofifah minta Pemkab Pacitan tambah usulan data penerima bantuan Rutilahu menyusul masih tingginya jumlah RTLH di daerah tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer