
Jawa Pos Radar Madiun – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pacitan dihadapkan pada kendala psikologis warga.
Hingga Oktober, realisasi program baru menyentuh angka 40 persen dari total 486.414 sasaran penduduk.
Usut punya usut, keengganan warga mayoritas dipicu rasa takut mengetahui penyakit yang diderita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Daru Mustikoaji mengungkapkan, fenomena itu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
"Kalau diperiksa, ada yang tidak mau. Mereka merasa lebih tenang jika tidak mengetahui penyakitnya," ujar Daru, Minggu (25/10).
Padahal, CKG difokuskan untuk deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung.
Dari ribuan warga yang telah diperiksa, kasus hipertensi pada lansia menjadi temuan yang paling mendominasi.
Menjelang akhir tahun, Dinkes mematok target cakupan CKG naik menjadi 46 persen.
Guna mengejar target tersebut, layanan jemput bola digencarkan dengan menyasar sekolah, pabrik, serta perkantoran.
"Pemeriksaan penting untuk deteksi dini agar tindakan cepat bisa diambil. Kami imbau masyarakat tidak perlu takut, karena tahu lebih awal membuka peluang penanganan yang lebih baik," tandas Daru. (hyo/her)



