Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, Rata-rata Tiga Kali Sehari

N
Penulis: Nur Cahyono❯
KESIAPSIAGAAN: BPBD Pacitan mencatat ribuan kejadian gempa bumi sepanjang 2025 dan terus menguatkan edukasi kesiapsiagaan masyarakat. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
KESIAPSIAGAAN: BPBD Pacitan mencatat ribuan kejadian gempa bumi sepanjang 2025 dan terus menguatkan edukasi kesiapsiagaan masyarakat. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Kabupaten Pacitan layak disebut sebagai daerah dengan aktivitas gempa bumi tinggi.


Advertisement

Sepanjang 2025 lalu, tercatat 1.135 kejadian gempa bumi, atau rata-rata terjadi tiga kali setiap hari.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengungkapkan, data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan BMKG melalui sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

“Sepanjang 2025, tercatat 1.135 gempa. Hampir setiap bulan ada gempa, dan sebagian besar berpusat di laut selatan Pacitan,” kata Erwin, kemarin (13/1).

Advertisement

Berdasarkan catatan BPBD, aktivitas gempa paling tinggi terjadi pada Mei 2025, dengan total 134 kejadian.

Meski jumlahnya tinggi, Erwin menilai kondisi tersebut justru dapat mengurangi potensi terjadinya gempa besar.

“Dengan seringnya gempa kecil hingga menengah magnitudo 3 sampai 5, energi dilepaskan secara bertahap sehingga potensi gempa besar bisa berkurang,” jelasnya.

Advertisement

Secara geologis, wilayah selatan Pacitan memang rawan gempa karena berada di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang membentuk zona subduksi di selatan Pulau Jawa.

Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki banyak sesar naik aktif.

Gempa-gempa tersebut umumnya terjadi di zona prisma akresi dan cekungan muka busur.

Berdasarkan peta batimetri, cekungan muka busur di lepas pantai selatan Pacitan mengalami penyempitan drastis.

Kondisi ini menimbulkan tekanan besar akibat morfologi tinggian dasar laut yang terseret masuk ke zona subduksi.

“Morfologi tinggian di dasar laut menahan pergerakan lempeng. Energi yang tertahan itulah yang dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi,” papar Erwin.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Pacitan terus mendorong pembentukan desa tangguh bencana (destana).

Masyarakat diimbau aktif mengikuti informasi resmi kebencanaan serta menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing.

“Semua upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkasnya. (hyo/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Pacitan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polisi Petakan Wilayah Rawan

Polres Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, dan angin kencang melalui pemetaan risiko serta pemeriksaan peralatan.

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon Sengon Tumbang Robohkan Dua Tiang PLN di Pacitan, Pasokan Listrik Warga Terganggu

Pohon sengon tumbang di Kebonagung, Pacitan, Senin (2/11), merobohkan dua tiang PLN dan menutup jalan. PLN langsung melakukan perbaikan.

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Empat Terduga Pengedar Pil Sapi Ditangkap di Pacitan, Polisi Sita 81 Butir Yarindo

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap empat tersangka kasus peredaran pil sapi. Polisi menyita 81 butir Yarindo dalam operasi sehari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer