Demi Air Bersih, Warga Pacitan Harus Berjalan 700 Meter saat Sumur Mengering

Jawa Pos Radar Madiun – Kemarau membuat air bersih menjadi barang berharga bagi sebagian warga Dusun Kalimojo, Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, Pacitan.
Sejumlah sumur mengering hingga warga harus berjalan sekitar 700 meter untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut dialami sekitar 15 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan RT 03.
Ketika persediaan air di sekitar rumah tak lagi mencukupi, warga terpaksa mengandalkan sumber yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.
’’Selama ini warga mengambil air dari sumber yang jaraknya sekitar 700 meter dari rumah,’’ kata Wahib, salah seorang warga setempat, Rabu (9/9).
Perjalanan tersebut harus ditempuh sembari membawa jeriken, galon, maupun wadah lainnya.
Beban semakin terasa ketika warga harus bolak-balik untuk mencukupi kebutuhan air satu keluarga.
Tak heran, dropping air bersih menjadi bantuan yang paling dinantikan warga terdampak kekeringan Pacitan.
Ketika mobil tangki bantuan datang, warga langsung membawa berbagai wadah untuk menampung air.
Bantuan air bersih dari Pemprov Jawa Timur tersebut setidaknya mengurangi frekuensi warga menuju sumber air.



