
Jawa Pos Radar Madiun – Di era pesatnya perkembangan teknologi informasi, tolok ukur kualitas generasi muda tidak lagi terbatas pada pencapaian akademis semata.
Keberhasilan seorang pelajar di era digital diuji dari kemampuannya menjaga integritas, kesantunan, serta nilai-nilai keimanan di tengah derasnya arus globalisasi.
Pentingnya menyelaraskan pencapaian intelektual dengan keluhuran budi pekerti tersebut disuarakan secara mantap oleh Syaka Haiqal Purbatama pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Pacitan, Jumat (16/10).
Baca Juga: Tekankan Etika Komunikasi Digital, Aundrya Talitha Ajak Pelajar Jaga Lisan dan Jemari
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Kabupaten Pacitan mewakili SMPN 1 Bandar, Syaka membawakan materi bertajuk "Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital".
Di hadapan dewan juri dan puluhan audiens, ia menekankan bahwa kecerdasan sejati harus dibarengi dengan ketakwaan yang kuat.
"Teknologi dan kemudahan informasi harus kita manfaatkan untuk mengukir prestasi setinggi mungkin. Namun ingatlah, prestasi gemilang hanya akan bersinar dan membawa keberkahan jika dilandasi oleh akhlak yang mulia," sebut Syaka. (*)



