Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 154, Pendekar Gagah Pulau Es dan Pulau Neraka Gempur Markas The Kwat Lin!

AA Arsyadani • Sabtu, 12 April 2025 | 16:50 WIB
Pendekar gagah dari Pulau Es dan Pulau Neraka terlibat dalam pertempuran di Gerbang Lok-yang.
Pendekar gagah dari Pulau Es dan Pulau Neraka terlibat dalam pertempuran di Gerbang Lok-yang.

Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang tengah malam, pesta di rumah The Kwat Lin masih ramai.

Ouwyang Cin Cu yang kini menjabat sebagai koksu, datang sebentar untuk memberi selamat lalu pergi.

Sementara para pengawal baru khususnya yang berpangkat perwira masih berpesta.

The Kwat Lin membiarkan mereka bersenang-senang demi mengambil hati dan memastikan dukungan mereka.

Setelah para tamu penting pulang dalam keadaan setengah mabuk, The Kwat Lin mengajak empat belas pimpinan pengawal masuk ke ruangan dalam.

Di sana, mereka dijamu dan diajak berunding tentang tugas baru mereka sebagai pengawal istana dan anggota dewan pimpinan keamanan.

1. The Kwat Lin Kedatangan Tiga Penyusup Misterius

Saat para pelayan membersihkan ruangan, tiga bayangan muncul dengan cepat.

Dua wanita cantik dan seorang pria gagah muncul tiba-tiba dengan sikap menggetarkan.

Wanita yang lebih tua, Liu Bwee, menyatakan bahwa mereka datang bukan untuk berpesta, tetapi ingin bertemu sang majikan.

Para pelayan ketakutan dan segera melapor kepada The Kwat Lin.

2. Misi Rahasia Swat Hong

Liu Bwee memberi isyarat pada putrinya, Swat Hong, yang langsung menyelinap ke dalam istana untuk merebut kembali pusaka-pusaka Pulau Es.

Liu Bwee dan Ouw Sian Kok menerobos masuk ke ruang pertemuan tempat The Kwat Lin dan pengawal berpangkat sedang berunding.

The Kwat Lin kaget dan pucat ketika melihat Liu Bwee, mengira Han Ti Ong telah datang.

3. Konfrontasi dan Pertarungan Dimulai

Setelah menyadari pria itu bukan Han Ti Ong, The Kwat Lin menyerang dua pelayannya lalu mengejek Liu Bwee.

Adu mulut berlanjut ke duel sengit saat The Kwat Lin menghunus pedangnya.

Serangan The Kwat Lin ditangkis Ouw Sian Kok, yang ternyata memiliki kemampuan tinggi.

Para pengawal bersiaga, mengurung mereka.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 148, Sesepuh Istana Pulau Es Berpulang, Darah Menggenang di Balik Gerbang Lok-yang

4. Pengalihan dan Sindiran

Ouw Sian Kok memperkenalkan diri sebagai buangan dari Pulau Neraka.

Disebut sebagai orang buangan, Ouw Sian Kok menyindir The Kwat Lin sebagai pengkhianat Pulau Es.

Ia sengaja mengulur waktu untuk mendukung misi Swat Hong.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 147, Pertemuan Mengharukan Ibu dan Putrinya di Kuil Tua

5. Duel Maut dan Pengeroyokan

The Kwat Lin menyerang dengan penuh amarah.

Pertarungan sengit terjadi antara dia dan Ouw Sian Kok.

Sementara itu, Liu Bwee menghadapi pengeroyokan para pengawal dan berhasil merobohkan beberapa dari mereka.

Melihat kekuatan Ouw Sian Kok dan keganasan Liu Bwee, The Kwat Lin mulai terdesak.

Para pengawal kerajaan tidak mampu banyak membantu, satu per satu tumbang.

Kwat Lin memerintahkan anak buahnya meminta bantuan pasukan dari benteng.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

 

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo