Resep Mupotohayi, Roti Jagung Zimbabwe yang Jadi Hidangan Favorit Sejak Era 1980-an

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Mupotohayi atau chimodho, roti jagung khas Zimbabwe yang sederhana dan mengenyangkan.
Mupotohayi atau chimodho, roti jagung khas Zimbabwe yang sederhana dan mengenyangkan.

Mupotohayi, Roti Jagung Tradisional Zimbabwe yang Sarat Nostalgia

Jawa Pos Radar Madiun - Sepotong roti hangat tidak selalu sekedar menjadi menu makanan. Di Zimbabwe, mupotohayi atau chimodho menjadi salah satu sajian yang membawa kenangan tentang makanan rumahan pada masa lalu. 

Roti berbahan dasar tepung jagung ini pernah begitu populer pada era 1980-an dan 1990-an, tetapi hingga kini masih dikenal sebagai salah satu makanan tradisional Zimbabwe.

Mupotohayi memiliki karakter yang sederhana. Roti ini dapat disantap begitu saja, tetapi juga nikmat ketika diberi mentega, margarin, selai, atau marmalade.

Menariknya, meski resep modern dapat dibuat menggunakan oven, makanan ini juga memiliki metode tradisional yang dimasak di atas kompor atau menggunakan potjie di atas api.

Resep Mupotohayi Menggunakan Buttermilk

Dalam sebagian resep, mupotohayi dibuat dengan sedikit modifikasi melalui penggunaan buttermilk. Bahan ini digunakan untuk memberikan karakter berbeda pada adonan.

Jika buttermilk tidak tersedia, air juga dapat digunakan. Telur pun dapat dihilangkan apabila diperlukan. Jumlah gula juga bisa dikurangi jika Mupotohayi ingin disajikan bersama makanan bercita rasa gurih.

Untuk membuat satu loyang Mupotohayi, bahan yang diperlukan cukup sederhana.

Bahan-bahan

Cara Membuat Mupotohayi

1. Siapkan Campuran Buttermilk

Langkah pertama dimulai dengan memanaskan oven hingga suhu 180 derajat Celsius atau 350 derajat Fahrenheit.

Masukkan buttermilk ke dalam sebuah wadah, kemudian tambahkan minyak sayur dan telur. Kocok hingga seluruh bahan tercampur rata. Setelah itu, sisihkan campuran tersebut.

2. Campurkan Bahan Kering

Siapkan wadah berukuran cukup besar. Ayak tepung jagung, tepung terigu, baking powder, baking soda, dan garam ke dalam wadah.

Setelah semua bahan kering tercampur, masukkan gula lalu aduk hingga merata. Tahap ini dilakukan agar bahan-bahan kering tersebar dengan baik sebelum dicampurkan dengan bahan cair.

3. Buat Adonan

Buat cekungan di tengah campuran bahan kering. Tuangkan campuran buttermilk, telur, dan minyak yang sebelumnya sudah disiapkan.

Aduk seluruh bahan sampai tercampur rata dan membentuk adonan. Setelah adonan selesai dibuat, siapkan loyang yang akan digunakan untuk memanggang.

4. Panggang hingga Matang

Olesi loyang dengan sedikit minyak atau lemak, kemudian taburi dengan tepung agar adonan tidak mudah menempel.

Tuangkan adonan mupotohayi ke dalam loyang. Panggang selama kurang lebih 45 menit pada suhu 180 derajat Celsius.

Untuk memastikan roti sudah matang, tusukkan lidi atau tusuk sate ke bagian tengahnya. Jika lidi keluar dalam keadaan bersih, mupotohayi sudah dapat dikeluarkan dari oven.

Bisa Disajikan Manis Maupun Gurih

Salah satu kelebihan mupotohayi adalah cara penyajiannya yang cukup fleksibel. Roti ini dapat dimakan langsung tanpa tambahan apa pun ataupun diberi mentega dan margarin.

Bagi yang menyukai rasa manis, selai dan marmalade dapat menjadi pendamping. Sementara itu, jumlah gula dalam adonan juga dapat dikurangi ketika mupotohayi ingin dipadukan dengan makanan yang bercita rasa gurih.

Fleksibilitas tersebut membuat satu jenis roti dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia maupun selera orang yang menyantapnya.

Baca Juga: Bukan Sekedar Pendamping Roast Beef, Ini Cara Membuat Yorkshire Pudding yang Mengembang dengan Sempurna

(Haninda Navyra Putri, magang Universitas Brawijaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : zimbokitchen
resep mupotohayi roti jagung zimbabwe kuliner zimbabwe radar madiun jawa pos radar madiun