NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Populasi sapi ternak di Ngawi mengalami penurunan. Jumlahnya mencapai ribuan ekor.
Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat jumlahnya berkurang 7.457 ekor dari sebelumnya 79.908 ekor per tahun lalu.
"Tinggal 72.451 ekor,’’ sebut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi Eko Yudo Nur Cahyo, Selasa (13/11).
Menurut Eko, penurunan sapi ternak 7.457 ekor tidak signifikan. Jumlah saat ini masih mencukupi kebutuhan daging di Ngawi.
Musabab jumlah sapi ternak berkurang karena tingginya arus perdagangan sapi dari luar daerah. Juga pengaruh aktivitas pemotongan sapi di rumah potong hewan.
"Rata-rata dua ekor sapi disembelih setiap hari untuk konsumsi masyarakat,’’ ujarnya.
Eko mengklaim potensi peternakan sapi di Ngawi cukup tinggi. Sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, daerah ini punya pasokan pakan melimpah.
Salah satu sumber pakan alami hewan ternak itu dari batang dan daun padi atau jerami.
"Bahkan, beberapa daerah lain mencari pakan di Ngawi karena ketersediaannya yang melimpah,’’ ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya