Jawa Pos Radar Madiun – Suasana Pasar Hewan Ngawi mulai menggeliat jelang Idul Adha.
Deretan sapi yang terikat di kandang sementara menjadi daya tarik para calon pembeli.
Permintaan hewan kurban meningkat signifikan, memberi angin segar bagi peternak usai dua tahun dibayangi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sukijan, 45, peternak asal Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, mengaku permintaan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Dalam beberapa pekan terakhir, ia sudah berhasil menjual lima hingga enam ekor sapi. ‘’Peminatnya meningkat. Tahun ini lebih ramai,’’ ucapnya kemarin (21/5).
Kendati permintaan naik, harga belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi PMK.
Harga sapi ukuran sedang saat ini berkisar Rp 23,5 juta. Padahal, sebelum PMK bisa tembus hingga Rp 25 juta.
‘’Dibanding hari biasa, tetap naik. Tapi belum kembali ke harga normal,’’ imbuhnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Ngawi Eko Yudo Nurcahyo memastikan, saat ini PMK sudah tidak ditemukan di wilayah Ngawi. ‘’Alhamdulillah, saat ini zero kasus PMK,’’ ujarnya.
Meski demikian, Eko tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan.
Sebab, beberapa waktu lalu penyakit kulit lumpy skin disease (LSD) sempat muncul dan berdampak pada nilai jual ternak.
‘’Kami pantau terus agar hewan kurban sehat dan layak jual,’’ tandasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto