Jawa Pos Radar Madiun - Kemenangan gemilang baru saja diraih oleh Timnas Indonesia usai menumbangkan Oman pada laga uji coba FIFA Matchday.
Pertandingan bergengsi yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat (5/6) itu berakhir dengan skor telak 3-0.
Hasil positif ini sukses mengakhiri penantian panjang skuad Garuda yang tak pernah menang atas tim berjuluk Al-Ahmar tersebut selama 38 tahun.
Tiga gol kemenangan memukau Indonesia dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56.
Kemenangan krusial ini otomatis mendongkrak posisi Timnas Indonesia yang langsung meroket naik empat tingkat di ranking FIFA.
Skuad Merah Putih kini mantap bertengger di urutan ke-118 dunia setelah mendapatkan tambahan sebesar 6,56 poin alias naik empat peringkat dari 122.
Baca Juga: Duel Lini Tengah di Piala Dunia 2026, Ini Deretan Timnas dengan Komposisi Gelandang Termewah
Secara keseluruhan, Timnas Indonesia kini telah berhasil mengumpulkan total 1151,45 poin di papan peringkat federasi sepak bola dunia tersebut.
Menanggapi kekalahan telak timnya, pelatih Oman, Tarik Sektioui, justru memberikan pujian setinggi langit bagi tim tuan rumah.
Ia menilai bahwa posisi Timnas Indonesia di ranking 118 FIFA saat ini sama sekali tidak mencerminkan kualitas permainan mereka yang sebenarnya.
"Kemarin kami sudah sampaikan bahwa tim Indonesia telah berkembang pesat," puji pelatih asal Maroko tersebut usai pertandingan.
Menurut Sektioui, peringkat FIFA saat ini tidak merepresentasikan kualitas asli lawan, terutama jika melihat pesatnya perkembangan Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Jadwal AVC Cup 2026 Putri Hari Ini: Garuda Pertiwi Hadapi Iran
Lebih lanjut, ia pun blak-blakan mengulas jalannya pertandingan yang dinilai sangat menyulitkan bagi anak asuhnya.
Oman diakui mengalami banyak masalah taktikal pada babak pertama sehingga sangat kesulitan mengimbangi ritme permainan agresif dari Indonesia.
"Secara taktis kami gagal menangani jalannya pertandingan. Hal itu membuat kami berada dalam posisi sulit dan memberikan keunggulan bagi lawan, terutama dalam cara kami menjaga sisi sayap," ujar Sektioui.
Ia juga dengan sangat jujur mengakui bahwa para pemainnya banyak melakukan kesalahan teknis individu di atas lapangan hijau.
Memasuki babak kedua, Oman mencoba merespons besarnya tekanan dengan melakukan perubahan taktik dan mengganti formasi permainan.
Baca Juga: Dibekali Deretan ADAS Canggih, Jetour T1 Lolos Uji Tabrak ASEAN NCAP
Sektioui merasa timnya tampil jauh lebih seimbang dan sempat memiliki beberapa peluang emas untuk mulai memperkecil ketertinggalan.
"Di babak kedua, kami mengubah formasi dan menjadi lebih seimbang. Kami mendapatkan beberapa peluang untuk kembali ke dalam permainan, termasuk tendangan penalti yang gagal," ungkapnya.
Pelatih Oman itu menyadari bahwa andai peluang penalti tersebut bisa dimaksimalkan, hal itu pasti akan langsung mengubah mentalitas para pemainnya.
Meski tidak senang dengan tiga gol yang bersarang di gawang timnya, ia tetap menganggap laga secara umum berjalan sebagai sebuah pertandingan yang bagus.
"Meski kami tidak senang dengan gol-gol yang bersarang, saya senang dengan pelajaran yang didapat dari laga ini," tutup Sektioui. (naz)
Editor : Mizan Ahsani