Jawa Pos Radar Pacitan – Sedimentasi di saluran drainase kawasan perkotaan Pacitan kian mengkhawatirkan.
Tahun ini, sekitar 300 rit dump truck lumpur berhasil dikeruk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.
’’Volume sedimentasi cukup tinggi,’’ ujar Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum PUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho.
Pengerukan dilakukan di empat titik utama. Yakni, di Lingkungan Gantung (Kelurahan Pacitan), Lingkungan Pojok (Kelurahan Sidoharjo), Desa Arjowinangun dekat Toserba Luwes, serta Desa Mentoro depan SPBU.
Hingga kini, pengerjaan di titik terakhir masih berlangsung.
’’Paling banyak di Lingkungan Pojok, sekitar 200 rit dump truck,’’ ungkap Tonny.
Material lumpur hasil pengerukan tidak dibuang percuma.
Sebagian dimanfaatkan untuk urukan lahan balai RW dan penguatan lingkungan sekitar.
’’Kami usahakan tetap bernilai guna,’’ ujarnya.
Namun, Tonny mengakui bahwa pengerukan bukan solusi jangka panjang.
Pihaknya tengah mengevaluasi sistem drainase sekaligus mengkaji pembangunan sediment trap (perangkap sedimen) seperti yang diterapkan di Bozem Blimbing Pucangsewu.
’’Ada dua lokasi yang sedang dikaji, yakni Taman Bugar Jalan A. Yani dan Buk Dekem Kelurahan Sidoharjo,’’ jelasnya.
Pembangunan sediment trap tersebut membutuhkan dana besar, antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 5 miliar per titik.
Meski begitu, Tonny menilai fasilitas itu penting untuk efisiensi pengerukan.
’’Kalau sudah ada perangkap sedimen, cukup bersihkan satu titik tanpa perlu menyusuri saluran utama,’’ pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto