Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aturan Kartu Hijau di Voli Korea, Wipawee Sempat Kena usai Halau Spike Megawati

Mizan Ahsani • Rabu, 9 Oktober 2024 | 20:03 WIB
GREEN CARD: Wasit memberi kartu hijau kepada Wipawee Srithong (Hyundai Hillstate) setelah menerima spike Megawati Hangestri (Red Sparks) di final KOVO Cup 2024. (NAVER)
GREEN CARD: Wasit memberi kartu hijau kepada Wipawee Srithong (Hyundai Hillstate) setelah menerima spike Megawati Hangestri (Red Sparks) di final KOVO Cup 2024. (NAVER)

Jawa Pos Radar Madiun - Ada kejadian menarik pada final KOVO Cup 2024 antara Red Sparks melawan Hyundai Hillstate, Minggu (6/10) lalu.

Pada set keempat, ketika Hyundai Hillstate unggul 21-16, sebuah insiden fair play terjadi.

Spike yang dilakukan pemain Red Sparks Megawati Hangestri dinyatakan keluar oleh wasit.

Namun, Wipawee Srithong (pemain Hyundai Hillstate) yang mencoba memblok bola tersebut mengangkat tangannya dan mengakui bahwa bola mengenai jarinya.

Wasit kemudian menunjukkan green card atau kartu hijau kepada Wipawee sebagai pengakuan atas kejujurannya.

Skor diubah menjadi poin untuk Red Sparks tanpa wasit perlu melihat video review.

Sistem Kartu Hijau di Kompetisi Voli Korea

Sistem kartu hijau ini adalah inovasi baru yang diperkenalkan oleh Korea Volleyball Federation (KOVO) pada musim ini.

Sistem ini diuji selama KOVO Cup sebelum nantinya diterapkan di V-League.

Kartu hijau diberikan kepada pemain yang secara sukarela mengakui pelanggaran, seperti menyentuh bola atau net, sebelum tim atau wasit meminta video review.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat fair play dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tinjauan video yang tidak perlu.

Pada KOVO Cup, kartu hijau belum pernah digunakan di pertandingan putra, namun telah diberikan sembilan kali di pertandingan putri.

Lee Ye-rim dari Pepper Savings Bank menjadi penerima kartu hijau pertama setelah mengakui touch-out dalam pertandingan melawan GS Caltex.

Sistem kartu hijau ini diadaptasi dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).

Adapun FIVB memperkenalkan sistem ini pada kompetisi internasional seperti Volleyball Nations League (VNL) dan Olimpiade pada tahun lalu.

Reward untuk Penerima Kartu Hijau

KOVO ingin memajukan bola voli Korea dengan menerapkan sistem ini.

Di V-League Korea, perolehan kartu hijau akan dihitung dalam pemilihan penghargaan fair play.

Sebelumnya, penghargaan ini diberikan dengan 80 persen hasil voting dari jurnalis, wasit, pelatih, dan kapten, serta 20 persen dari catatan fair play tim.

Namun, sekarang 50 persen hasil voting dan 30 persen penilaian didasarkan pada jumlah kartu hijau yang diterima sepanjang musim.

Meskipun hadiah uang 3 juta won untuk penghargaan ini tidaklah besar, KOVO menekankan bahwa fokus utama adalah untuk menanamkan budaya fair play.

Selain itu, juga demi mengurangi durasi waktu permainan karena lamanya proses video review dan pengambilan serta perubahan keputusan oleh wasit. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Hyundai Hillstate #KOVO Cup 2024 #megawati #green card #Red Sparks #final #kartu hijau #voli #korea